Definition List

Selamat Datang Di Blog MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN >>>>>>>>>><<<<<<<<<< Kunjungi Juga Channel YouTube : PPL Sahabat Petani

Sabtu, 17 Agustus 2024

SOSIALISASI DAN EDUKASI PANGAN DAN GIZI BAGI ORANG TUA SISWA PROGRAM GENIUS TAHUN 2024

PEMKAB MAROS LAKSANAKAN SOSIALISASI DAN EDUKASI PANGAN DAN GIZI DALAM GERAKAN EDUKASI DAN PEMBERIAN PANGAN BERGIZI UNTUK SISWA (GENIUS) TAHUN 2024 TINGKAT KABUPATEN MAROS

Andi Davied Syamsuddin S.STP, M.Si., melakukan foto bersama dengan para Orang Tua Siswa peserta Sosialisasi dan Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa, yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, 15/08/2024


MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Maros berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Badan Pangan Nasional, melaksanakan Sosialisasi dan Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa dalam rangka pelaksanaan Program Kegiatan Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS) Tahun 2024 tingkat Kabupaten Maros.

Kegiatan Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin S.STP, M.Si., yang bertempat di Aula Kantor DPKP Kabupaten Maros, Kamis 15/08/2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin S.STP, M.Si., menyampaikan arahan Bupati Maros

Melalui arahan Bupati Maros yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin S.STP, M.Si., mengatakan bahwa Anak-anak yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar merupakan Generasi Penerus Bangsa yang nantinya memegang peranan penting dalam pembangunan masa depan bangsa. Sehingga sangat penting menciptakan pola makan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak di usia sekolah dasar. “Mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung pola makan sehat dan bergizi, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi yang Sehat, Kuat, Cerdas, dan Ceria  menuju Generasi Emas 2045” pungkasnya.

Setelah menyampaikan arahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin S.STP, M.Si., sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa. Selanjutnya secara simbolis menyerahkan Peralatan Makan (Cutlery Set) kepada Pihak Sekolah Dasar penerima manfaat GENIUS Tahun 2024.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan, Fadli, S.STP, M.Si., mengajak pihak Sekolah Dasar dan Orang Tua Siswa untuk berkomitmen dan berperan dalam pemenuhan Gizi bagi anak-anak Siswa Sekolah Dasar, agar Kabupaten Maros bisa kembali meraih Juara

Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Fadli, S.STP., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa, Badan Pangan Nasional pada Tahun Anggaran 2024 mengalokasikan Kegiatan Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS) Tahun 2024 di 10 provinsi dan 30 kabupaten/kota. Dan salah satunya di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan.

Kemudian, Fadli menyebutkan untuk Kabupaten Maros, program GENIUS merupakan tahun kedua dilaksanakan di Kabupaten Maros. Sebelumnya pada tahun 2023 menyasar 486 siswa dari 2 Sekolah Dasar, dan pada tahun 2024 mengalami peningkatan dengan menyasar kepada 715 siswa dari 3 Sekolah Dasar yang terpilih di wilayah Kabupaten Maros. "Dengan rinciannya, UPTD SDN 215 Inpres Taipa Kecamatan Maros Baru sebanyak 204 siswa, UPTD SDN 48 Bonto Kapetta Kecamatan Lau sebanyak 260 siswa, dan UPTD SDN 18 Belang-Belang Kecamatan Lau sebanyak 251 siswa" sebutnya. 

Acara ini turut dihadiri, Tim Dinas Ketahanan Provinsi Sulawesi Selatan, Tim AIPGI UNHAS Makassar, TP PKK Kabupaten Maros, Sekretaris dan para Kabid lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Kepala Bidang linkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Camat Lau, Lurah Allepolea, Lurah Maccini Baji, Kepala Sekolah dan jajaran Guru, Komite dan Orang Tua Siswa Sekolah Dasar penerima Manfaat.

 

Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa

Kegiatan Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa, dipandu oleh Amirullah, S.Pt

Pelaksanaan kegiatan Edukasi Pangan dan Gizi bagi Orang Tua Siswa, dipandu oleh Amirullah, S.Pt (Penyuluh Pertanian ahli Madya), mendampingi tiga narasumber yakni Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.M. (Kepala Sekolah UPTD SDN 215 Inpres Taipa), Ibu D. Chandra Kirana M. (Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan), dan Bapak Safrullah Amir, S.Gz., MPH (AIPGI UNHAS Makassar).

Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.M., membeberkan kiat-kiat dalam melaksanakan program GENIUS Tahun 2023 lalu, sampai mengantarkan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Juara II kategori Komitmen Berkelanjutan program GENIUS Tahun 2023.

Sementara itu Ibu D. Chandra Kirana M., memaparkan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan kegiatan GENIUS Tahun 2024, serta Time Line pelaksanaan pemberian Kudapan Bergizi sebanyak 20 kali yang akan dimualai pada tanggal 19 Agustus 2024. Serta rencana pelaksanaan Launching serentak secara Nasional pada tanggal 26 Agustus 2024.

Bapak Safrullah Amir, S.Gz., MPH, menyampaikan materi tentang Tri Guna Makanan, Pentingnya Sarapan Sehat dan Bergizi, serta sosialisasi Gerakan Stop Boros Pangan. Dalam kesempatan yang sama juga membeberkan Menu Kudapan Bergizi yang akan diberikan kepada Siswa pada saat pelaksanaan Program GENIUS Tahun 2024.

 

Hiburan Pentas Siswa

Sebelum memasuki Ruangan, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros bersama rombongan, disambut oleh penampilan Tari Padduppa oleh Siswa kelas 2 UPTD SDN 18 Belang-Belang. Meskipun masih sangat belia, tetapi tiga penari Padduppa dengan gerakan tari yang gemulai mampu membuat para pejabat tersenyum.

Sementara itu di dalam ruangan, para Undangan disugukan dengan penampilan Jingle Stop Boros Pangan oleh Kolaborasi para Siswa dan Orang Tua Siswa UPTD SDN 215 Inpres Taipa.

Siswa Siswi UPTD SDN 48 Bonto Kapetta menampilkan Tari Kreasi Nusantara yang membuat para undangan dan orang tua siswa merasa terhibur dan membuat seluruh ruangan menjadi riuh dengan tepukan tangan rasa bangga atas persembahan anak-anaknya.

 

Pelaksanaan Launching GENIUS Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Maros

Dalam rangka Launching GENIUS Tahun 2024 serentak secara Nasional pada tanggal 26 Agustus 2024, disepakati bersama untuk Kabupaten Maros Launching akan dipusatkan di UPTD SDN 18 Belang-Belang Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan  mengharapkan agar terus melakukan koordinasi dan menghadirkan Bupati Maros dan jajaran Pejabat serta Intansi terkait dalam pelaksanaan Launching nantinya. //ulla-pplsahabatpetani

Jumat, 27 Januari 2023

 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBUATAN BIOSAKA 

Menteri Pertanian (SYL) membuat BIOSAKA bersama Pak Ansar (penggagas Biosaka)
didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan (Suwandi)

A.     ALAT DAN BAHAN

1.      Persiapan Alat:

a.    wadah (baskom/ember),

b.    gayung

c.    saringan

d.    corong

e.    gunting

f.     botol/jerigen untuk wadah Biosaka

 

2.      Persiapan Bahan:

a.    Rumput-rumputan/daun-daunan yang sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak terkena hama/penyakit, tidak bolong-bolong, tidak jamuran, ujung daun tidak kusam dan warna daun rata. Ambil agak ke pucuk/daun masih hijau, boleh diambil 2-4 daun dengan batangnya.

b.    Jangan ambil rumput yang berduri agar tidak melukai tangan waktu meremas.

c.    Rumput-rumputan/daun-daunan yang juga bagus adalah yang tumbuh di tempat ekstrim, tumbuh di pinggir jalan kering dan berbatu, di dinding/di tembok, pegunungan berbatu, di tanah PH rendah/masam, di lahan rawa dan air genangan sepanjang tahun, tanaman buah/pohon tumbuh di pinggir jalan dan selalu berbuah saat musim buah tanpa di pupuk, tanaman tumbuh di kadar garam tinggi, dan atau tanaman tumbuh sehat sempurna padahal tanaman lain di sekitar terserang hama, penyakit, jamur, dan lainnya.

d.    Memulai dengan berdoa dan memilih rumput/daun minimal 5 jenis dari rumput/daun sekitar pertanaman, jenis dan warna rumput/daun bebas, tidak harus standar/seragam karena setiap waktu dan tempat bisa berbeda-beda, memotong rumput/daun bisa menggunakan tangan manual atau gunting.

e.    Banyaknya satu genggaman tangan untuk 1 wadah dalam satu kali pembuatan, 5% bahan dan 95% air atau sekitar 2,5 ons bahan rumput/daun dalam 5 liter air.

 

B.     PROSES PEMBUATAN:

1.      Meremas didahului berdoa dan dilakukan dengan sabar, ikhlas, sepenuh hati dan fokus.

2.      Campurkan bahan dengan air bersih sebanyak 2-5 liter dalam wadah yang sudah disiapkan (tanpa campuran bahan apa pun).

3.      Lakukan peremesan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar/mengaduk air ke kiri. Tangan kanan bergerak memutar air ke kiri (berlawanan arah jarum jam) sambil mengumpulkan bahan yang tercecer sambil tetap meremas.

4.      Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tangan tetap di dalam air dan tidak berganti orang. Lebih efektif pada saat meremas bahan Biosaka dilakukan secara bersama-sama dengan kelompok dari pada membuat sendiri-sendiri.

5.      Meremas rumput tidak boleh menggunakan blender, mesin, ditumbuk tetapi harus menggunakan tangan, karena ada interaksi antara tangan dengan rumput sebagai


makhluk hidup, sebagaimana halnya membuat cincau. Sehingga Biosaka tidak bisa dibuat pabrikan dan diperjualbelikan, karena semua petani bisa membuat sendiri.

6.      Peremasan dilakukan sampai ramuan homogen (sebenarnya hingga koheren/harmoni), disebut homogen karena menyatu antara air dengan saripati rumput/daun. Untuk larutan mencapai homogen perlu waktu kisaran 10-20 menit.

7.      Ciri-ciri visual bahwa Biosaka disebut homogen: tidak mengendap, merata homogenitas dalam botol mulai dari bagian atas, tengah dan bawah; tidak timbul gas, tidak ada butiran, bibir permukaan membentuk pola cincin, ramuan Biosaka terlihat pekat dan mengkilap, diterawang tidak bening, bisa berwarna hijau/biru/merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan. Bagi Biosaka homogen yang sempurna bisa disimpan hingga 5 tahun.

8.      Kepekatan ramuan Biosaka dapat diukur dengan menggunakan alat Total Disolved Solid (TDS), harganya murah dapat dibeli di toko maupun online. Mengukur dengan TDS, pada saat sebelum dan setelah diremas, peningkatannya/deltanya, minimal 200 ppm, sebaiknya di atas 300 ppm dan untuk menjadi homogen sempurna di atas 500 ppm. Ukuran TDS ini bukan satu-satunya cara untuk mengukur Biosaka homogen, tetapi hanya alat bantu saja. Masih banyak alat ukur yang lain, seperti dilihat visual ‘niteni’ atau metode kinesiologi atau metode lainnya.

9.      Selanjutnya ramuan Biosaka disaring menggunakan alat saringan dan dimasukan ke dalam botol/jerigen menggunakan corong.

10.   Ramuan Biosaka bisa langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan. Wadah ramuan Biosaka disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

 

C.     APLIKASI PENYEMPROTAN

1.      Alat semprot harus bersih dari kandungan sisa pestisida, fungisida dan herbisida.

2.      Dosis penyemprotan untuk padi dan jagung 40ml/tanki semprot (kapasitas tanki 15-16 liter). Untuk aneka kacang dan umbi 30ml/tanki dan hortikultura 10ml/tanki. Untuk satu hektar lahan sekali aplikasi cukup 2-4 tanki sprayer.

3.      Untuk padi dan jagung, aplikasi pertama pada umur 7-10 HST dan dilanjutkan 7 kali semusim dengan interval penyemprotan 10-14 hari dan untuk sayuran seminggu sekali.

4.      Penyemprotan dilakukan dengan nozzle kabut di atas pertanaman, minimal 1 meter di atas tanaman, posisi nozzle menghadap ke atas, tidak boleh diulang-ulang. Bila penyemprotan tidak tepat (daun basah kena Biosaka, dosis berlebih) sehingga berdampak daun menguning/menggulung atau lainnya, maka hari berikutnya dilakukan penyemprotan kembali dengan cara yang benar dan sesuai dosis anjuran, sehingga daun menjadi pulih dalam waktu 24 jam.

5.      Waktu penyemprotan bisa pagi/siang/sore dan sebaiknya pada sore hari saat ada angin sehingga mudah menyemprot ngabut, perhatikan cuaca dan arah menyemprot mengikuti arah mata angin.

6.      Penyemprotan cukup dari atas pematang dengan stik/gagang semprot dapat diperpanjang hingga 2-3 meter.

7.      Aplikasi Biosaka efektif bila dibuat dan diaplikasikan di lokasi hamparan insitu dari bahan rumput/daun di sekitar. Jarak efektif aplikasi maksimal 20 km dan untuk lahan yang sudah berat/tidak sehat harus lebih dekat lagi. Biosaka tidak efektif diaplikasikan/dikirim antara wilayah karena berbasis pengenalan agroekosistem.

8.      Cara memilih rumput, meremas, menyemprot dan testimoni hasilnya dapat dipelajari dari Youtube ProPaktani dengan materi Biosaka, dan youtube-youtube semisal dengan ciri-ciri ada Pak Anshar, Prof Robert Manurung, dan lain-lain.

9.


D.     INFORMASI TAMBAHAN TENTANG BIO-SAKA

1.     Biosaka adalah Bio: hayati/tumbuhan, SAKA singkatan: selamatkan alam kembali ke alam, temuan/invention petani pak Muhamad Ansar di Blitar yang sudah tercatat di Kemenhumkam Nomor 000399067.

2.     Manfaat ramuan Biosaka: biaya nol rupiah/gratis petani membuat sendiri, tidak ada risiko kerugian bagi petani dan tanaman, tidak beracun, menghemat biaya pupuk kimia sintetis 50-70% dari biasanya dan pestisida kimiawi, sehingga petani biasanya pakai pupuk Rp3 juta/ ha/musim (hemat pupuk 50-70% dari biasanya) dengan menggunakan Biosaka cukup Rp0,3 - 1,5 juta/ha/musim. Biosaka ini juga meminimalisir/mengurangi serangan hama penyakit, lahan menjadi subur, umur panen lebih pendek, produktivitas dan produksi lebih bagus.

3.     Pada awalnya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, penyuluh dan petani tidak percaya terhadap manfaat Biosaka, dikira Air Ponari atau jampi-jampi dan hanya coba- coba oleh beberapa petani. Ternyata hasil produksinya bagus. Kadistan Blitar perlu waktu 14 bulan untuk percaya Biosaka setelah melihat/mengamati sendiri di beberapa lokasi petani dan melakukan uji coba bersama petani pada padi mengikuti proses mulai tanam hingga panen menggunakan aplikasi Biosaka.

4.     Penggunaan Biosaka di Blitar mulai 2019 dan saat ini sudah lebih dari 12.000 Ha di 22 kecamatan dan sudah diterapkan sekitar di 50 Kabupaten/Kota. Sudah dilakukan demplot uji coba di Kab Blora, Sragen, Klaten, Grobogan, Karawang (Jatisari), dan lainnya. Di lokasi uji coba demplot standing crop padi, jagung dan kedelai dengan menggunakan Biosaka hasil panen lebih bagus dibandingkan tanpa Biosaka, produksi lebih tinggi dengan hemat 50% pupuk kimia. Keragaan fisik batang, daun, pertumbuhannya berbeda dari tanaman biasanya, lebih bagus dan lebih besar, demplot terus dilaksanakan berkelanjutan di berbagai kabupaten di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

5.     Hasil uji lab pada ramuan Biosaka menunjukkan kandungan hara makro-mikro rendah sehingga disimpulkan bahwa Biosaka bukan pupuk. Memang kita semua juga tahu dari dulu bahwa rumput bukan pupuk, bukan menggantikan pupuk, bukan variasi pupuk, bukan jenis makanan tanaman, bukan memperbaiki pupuk, tetapi Biosaka memperbaiki tanaman dan ekosistem. Mari kita ilmuan riset memperhatikan bahwa Biosaka memperbaiki tanaman, sel-sel tanaman, memperbaiki lahan dan ekosistemnya, menjadikan harmoni.

6.     Hasil uji lab pada ramuan Biosaka menunjukkan adanya kandungan hormon, jamur dan bakteri yang tinggi, mengandung PGPR, ZPT, MoL dan sejenisnya. Mari kita ilmuan riset alur dan proses memproduksi ini, kita buktikan Biosaka itu "produsen hormon, fungi/jamur, bakteri" ini, bahkan ilmu lebih mendalam lagi, Biosaka itu disebut elisitor sebagai signaling bagus untuk pertumbuhan dan berproduksi. Hasil uji Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LCMS) mengandung ester dan terpenoid (bermanfaat mengendalikan hama dan penyakit asal bakteri).

7.     Menurut Prof Robert Manurung dari ITB: Biosaka ini disebut elisitor dari ilmu epigenetic, sudah banyak riset, jurnal-jurnal elisitor, dan sudah dilakukan kajian lanjut. Beberapa mahasiswa sedang melakukan penelitian dan terbuka luas bagi kampus, dosen, mahasiswa, praktisi, peneliti untuk mengkaji lebih mendalam sehingga menambah referensi keilmuan dan agar menjadi bagian sehari-hari dalam diskusi ilmiah di kampus. Silahkan untuk riset ke Blitar yang sudah mengembangkan Biosaka seluas 12.000 hektar di 22 kecamatan dan sudah mempraktekkan Biosaka selama 1-3 tahun untuk komoditas pangan, hortikultura, perkebunan. Dua peneliti ITB sudah tiga minggu meneliti di Blitar.


8.     Bicara soal Biosaka, hati-hati membandingkan tanaman dengan manusia. Kalau manusia perlu asupan makanan, tetapi tanaman melakukannya dengan fotosintesis. Biosaka bukan suplemen vitamin untuk manusia, tapi Biosaka memperbaiki tanaman, ekosistem. Jadi tanaman tidak harus pakai pupuk kimiawi secara berlebihan. Pupuk itu bukan segalanya, hara tidak akan habis di alam, ada proses simbiosis dan ekosistem berjalan, gunakan pupuk dengan hemat dan bijak. Bukti/contoh bahwa unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak hanya berasal dari pupuk kimia sintentis: (a) Tanaman hutan belantara itu tumbuh dan berbuah tanpa dipupuk, tanpa dirawat karena ada proses hara dan proses alami yang sudah steady state di hutan, (b) Budidaya padi organik selama puluhan tahun mengandalkan bahan-bahan/hara alami dan bisa menghasilkan panen bagus, (c) Fakta lain rumput, gulma, termasuk rumput yang berbatang dan berbunga, dibabat berkali-kali tetap tumbuh dan subur. (d) Pohon rambutan, pisang, kelapa dan lainnya di pekarangan, tetap tumbuh dan berbuah tanpa dipupuk mengandalkan bahan- bahan alami.

9.     Mungkin ilmu kita yang terbatas, kita ketinggalan, sementara fakta manfaat Biosaka di lapangan sudah terbukti nyata. Apakah fenomena tersebut merupakan bagian misteri dari aliran transmisi kinetis yang harus kita jawab secara ilmu, apakah rumput adalah nenek moyang tanaman dan populasinya terbanyak di bumi. Cara meremas rumput dengan tangan berbeda hasilnya bila dengan menggunakan mesin/blender, sehingga ramuan menjadi homogen, koheren, harmoni (sementara ukuran koheren dan harmoni sudah diketahui dari kinesiologi). Cara penyemprotan Biosaka dengan ngabut ke udara berdampak langsung pada daun dalam waktu sangat cepat 15 detik dan turun ke akar sehingga sel-sel akar semula lemah menjadi aktif dan cerdas. Ini secara kinesiologi terukur, tapi mari kita sebagai ilmuwan bersama-sama menjawabnya.

10.  Dari pada berdebat dengan pendekatah ilmu masing masing dan beranggapan bahwa hara akan habis bila pupuk kimiawi sintetis dikurangi, lahan terdegradasi jika tidak dipupuk, tidak masuk akal di lahan tandus dengan Biosaka bisa tumbuh dengan baik, sementara kita belum pernah mengukur neraca biomasa, belum pernah melihat sendiri bahwa Biosaka di tanah kapur bisa berhasil dibanding tanpa Biosaka. Dari pada berdebat bahwa rumput sehat sempurna itu dianggap gulma tidak bermanfaat, bahwa disemprot ngabut ke udara tidak masuk akal, sementara pemahaman kita masih terbatas terhadap ilmu elisitor, ilmu epigenetic, kinesiologi, transmisi energi, neraca biomasa dan lain lain.

11.  Mari kita bareng meneliti fenomena Biosaka dengan pendekatan ilmu di luar uji lab hara, hormon, jamur, bakteri, LCMS, PCR dan sejenisnya, karena sudah banyak dilakukan. Kalau pun tetap dilakukan uji lab tersebut, cukup untuk level skripsi S1 atau hanya sebagai uji pendukung dari riset mendalam lainnya. Kita tidak hanya fokus dengan uji metode Kimia Newton dan biologi dasar, tapi mari kita menggunakan ilmu epigenetic, elisitor, signaling, kinesiologi, transmisi energi, neraca biomasa, ekosistem dan lain-lain. Justru kami senang bila ada metode lain di luar metode tersebut untuk memperkaya keilmuan.

12.  Ini mungkin misteri, menjadi ilmu baru yang akan terus berkembang dan bermanfaat ke depan, mari kita tidak mengira-ngira, berandai-andai, mari mencoba Biosaka, praktekkan, amati, diteliti mendalam, dan sebagian akan bisa menjawab dalam bentuk praktek-praktek SDG's dan dalam rangka mewujudkan cita-cita luhur bahwa tanah NUSANTARA menjadi LAND OF HARMONY dan Indonesia lumbung pangan dunia FEED THE WORLD maksimal 2045. Lebih cepat akan lebih baik, kuncinya kembangkan teknologi. Salam VIVA Nusantara, VIVA Republik Indonesia. (Blitar, 06/01/2023).


E.     LAMPIRAN

 

1.  PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK TANAMAN PADI

 

PENYEM-

PROTAN

UMUR

TANAMAN

DOSIS

BIOSAKA

KETERANGAN

I

8 HST

40 ml

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

15 HST

40 ml

III

22 HST

40 ml

IV

32 HST

40 ml

V

42 HST

40 ml

VI

52 HST

40 ml

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VII

62 HST

40 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

 

PESEMAIAN PADI

 

PEMU-

PUKAN

UMUR TANAMAN

DOSIS

BIOSAKA

I

Perendaman Benih

10 ml

II

2 hari sebelum tanam

20 ml

*satu tangki sprayer isi 16 liter minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

 

 

 

2.  PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK TANAMAN JAGUNG & SORGUM

 

PENYEM- PROTAN

UMUR TANAMAN

DOSIS BIOSAKA

KETERANGAN

I

8 HST

40 ml

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

18 HST

40 ml

III

28 HST

40 ml

IV

38 HST

40 ml

V

48 HST

40 ml

VI

58 HST

40 ml

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VII

68 HST

40 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2



3.  PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK KEDELAI DAN ANEKA KACANG


PENYEM- PROTAN

UMUR TANAMAN

DOSIS BIOSAKA

KETERANGAN

I

8 HST

30 ml

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

18 HST

30 ml

III

28 HST

30 ml

IV

38 HST

30 ml

V

48 HST

30 ml

VI

58 HST

30 ml

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VII

68 HST

30 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

 

4.  PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK UBI JALAR DAN PORANG 

PENYEM- PROTAN

UMUR TANAMAN

DOSIS BIOSAKA

KETERANGAN

I

8 HST

15 ml

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

18 HST

15 ml

III

28 HST

15 ml

IV

38 HST

15 ml

V

48 HST

15 ml

VI

58 HST

15 ml

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VII

68 HST

15 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2


5.   PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK UBI KAYU (SINGKONG)

PENYEM-

PROTAN

UMUR

TANAMAN

DOSIS

BIOSAKA

KETERANGAN

I

30 HST

30 ml

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

60 HST

30 ml

III

90 HST

30 ml

IV

120 HST

30 ml

V

150 HST

30 ml

VI

180 HST

50 ml

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VII

210 HST

50 ml

VIII

240 HST

50 ml

IX

270 HST

50 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

* Setelah usia 5 bulan, boleh disemprot ke tanah disekitar pangkal batang dengan dosis 50ml biosaka+2 sendok MKP/tangki

 

 

6.   PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK SAYURAN


5-10 ml Biosaka dicampur dengan air sampai dengan 16 liter (1 tangki sprayer), penyemprotan dengan pengkabutan tidak boleh basah.


*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

 

7.   PENGGUNAAN BIOSAKA UNTUK BAWANG MERAH

 

 

PENYEM- PROTAN

 

UMUR TANAMAN

 

DOSIS BIOSAKA

 

KETERANGAN

I

5 HST

10 ml

 

 

Penyemprotan kabut, tidak boleh basah

II

10 HST

15 ml

III

15 HST

15 ml

IV

20 HST

20 ml

V

25 HST

20 ml

VI

30 HST

25 ml

VII

35 HST

25 ml

 

 

Untuk penambahan isi dapat ditambahkan pupuk hayati (50ml) atau Biosaka yang terbuat dari 2-4 buah pisang+air kelapa dan dibuat dengan proses Biosaka

VIII

40 HST

25 ml

IX

45 HST

25 ml

X

50 HST

25 ml

XI

55 HST

25 ml

XII

60 HST

25 ml

XIII

65 HST

25 ml

*Dosis untuk setiap sprayer 16 liter, minimal untuk lahan 150 ru/2100m2

** Perendaman benih gunakan biosaka sebanyak 10 ml

Sumber : Dirjen Tanaman Pangan