Definition List

Selamat Datang Di Blog MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN >>>>>>>>>><<<<<<<<<< Kunjungi Juga Channel YouTube : PPL Sahabat Petani

Selasa, 23 Oktober 2018

Penyerahan KARTU TANI, sekaligus Membuka Gebyar Perbenihan TP VI di Maros, NA Menginginkan Sulsel Menjadi Pusat Perbenihan Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), secara simbolis menyerahkan Kartu Tani, Mesin EDC untuk Pengecer Pupuk, Bantuan Benih Padi dan Jagung, serta Randis untuk POPT Kab. Maros, pada acara Gebyar Perbenihan TP VI, di Maros. (Foto : ULLA)

Gubernur Sulsel Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr (NA) hadir membuka Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional Ke-VI Tahun 2018 di UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan Sulsel, di Maros, Selasa (23/10). Kegiatan ini berlangsung hingga 26 Oktober 2018 mendatang. 
Dalam Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Perbenihan TP, Pangdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulsel, Ketua TP PKK Sulsel, Kadis KP-TPH Prov. Sulsel, BRI Kanwil Makassar, Bupati Maros, Wabup Maros, Ketua TP PKK Kab Maros, Kadis Pertanian TP Kab Maros. Kontingen Perbenihan Provinsi se Indonesia, PPL, POPT, dan Petani se Sulsel.
NA menilai, kegiatan ini merupakan langkah yang tepat dilakukan untuk kemandirian benih di Indonesia.
"Ini sesuatu yang tepat dan memang beberapa tahun lalu kita termasuk pengimpor benih terbesar. Dan saya kira ini adalah salah satu terobosan Menteri Pertanian RI untuk kita unggul benih," kata Prof. NA (Sapaan masyarakat Sulsel).
Benih menjadi salah satu pemicu peningkatan produktivitas, sebutnya, bahkan saat Ia menjadi Bupati Bantaeng pada periode pertama, Ia fokus pada pencanangan kabupaten tersebut dengan benih berbasis teknologi. Ke depan juga harapnya, di Sulsel harus membuat road map sebagai sumber benih.
Ia juga menekankan, tanaman holtikultura juga dikembangkan, termasuk buah-buahan, NA menginginkan banyak jenis varietas yang unggul berasal dari Sulsel. Dengan memperbaiki kualitas benih. NA juga mencontohkan bahwa Sulsel Pernah unggul dengan Jeruk Selayar, tetapi sekarang sudah mulai menghilang, harapannya perlu dikembangkan kembali menjadi Produk Andalan Sulsel
"Oleh karena itu ke depan, ini yang harus kita tata, makanya perbaiki kualitas benih, hadirkan benih pada saat dibutuhkan, hadirkan pupuk pada saat dibutuhkan. supaya produksi kita dapat meningkat," sebutnya.
Sementara itu, NA juga menginginkan hadirnya pabrik pupuk di Sulsel, Ia menyampaikan, permasalahan yang ada di Sulsel sebenarnya bukan kekurangan tetapi pada hal pendistribusian.  
"Jadi kasihan petani pada saat menanan, dimana dapat benih. dimana cari benih, mau cari pupuk sudah langkah. Nah ini harus kita coba perbaiki distribusinya," paparnya.
Terkait banyaknya benih varietas unggul yang baru, maka langkah strategis perlu dilakukan agar petani ingin menggunakannya. Dengan memberikan contoh konkrit kepada para petani penggunaan bibit yang berhasil. "Kalau perlu kita buka Sekolah Petani", Ungkapnya. Sehingga petani dapat belajar dan praktek langsung...
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hj. Fitriani Sanusi, MP. Selaku Ketua Panitia, dalam laporannya mengatakan, pada kegiatan tahunan ini, Sulsel dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan "Gebyar Perbenihan TP Tingkat Nasional VI"
Kegiatan ini diikuti oleh 2.000 peserta dari seluruh Indonesia. mengangkat tema "Melalui Gebyar Perbenihan, Kita Lestarikan Plasma Nutfah dan Mendukung Kemandirian Industri Benih Nasional". Sebanyak 105 varietas dihadirkan dan 100 Stand Pameran.

 Kunjungan Gubernur Sulsel ke Stand  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Maros pada acara Gebyar Perbenihan TP VI di Maros. (Foto : ULLA)
"Tujuannya untuk menumbuh kembangkan perbenihan," ujarnya.
Fitriani menyebutkan, data dari BPS angka produksi pada tahun 2017 untuk produksi padi sebesar enam juta ton dan jagung 2,3 juta ton.
Sedangkan Bupati Maros, Ir. H.M.Hatta Rahman, MM. menyampaikan, kabupaten yang dipimpinnya mendukung program pertanian nasional. Program pertanian menjadi prioritas untuk mengurangi kesenjangan sosial.
"Pembangunan dari desa dengan prioritas pada pertanian, sekaligus solusi untuk kesejateraan rakyat," ujarnya.
Panen Seremoni Pertanaman Padi pada areal Gebyar Perbenihan TP VI di Maros. (Foto : ULLA)
Pada kesempatan ini, Gubernur NA melakukan panen varietas unggul, Penyerahan secara Simbolis Kartu Tani, Bantuan Bibit, Kendaraan Operasional POPT Kab. Maros, dan juga kunjungan ke lokasi pameran.(*)

Sumber Foto : Amirullah, S.Pt (PPL)

Kamis, 11 Oktober 2018

SOSIALISASI KARTU TANI

SOSIALISASI KARTU TANI

Maros, 11 Oktober 2018. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kab. Maros bekerjasama dengan BNI Cab. Mattoangin melaksanakan Sosialisasi Kartu Tani yang bertempat di Ruang Rapat Setda Kabupaten Maros

Pembukaan Sosialisasi Kartu Tani oleh Bpk Ir. Muh Nurdin D., M.Si (Ka. DPKP Kab. Maros) didampingi oleh Bpk Anugerah Amin (BNI Cab. Mattoangin) dan Bpk Hamril, S.Hut. MP (Kabid PSP DPKP Kab. Maros)

Sosialisasi Kartu Tani oleh Bpk Anugerah Amin (BNI Cab. Mattoangin) didampingi oleh Bpk Hamril, S.Hut. MP (Kabid PSP DPKP) dan Ibu Ir. Rohani Asadi, M.Si (Kabid Penyuluhan DPKP)

Peserta Sosialisasi Kartu Tani ditingkat kabupaten Maros diikuti oleh Korluh BPP se-kabupaten Maros, Perwakilan Pengentri Data E-RDKK, perwakilan Distributor Pupuk, perwakilan Gapoktan maupun Poktan se-kabupaten Maros...




Sumber Foto : Amirullah, S.Pt (PPL / Admin)




Sabtu, 11 Agustus 2018

*Dinas Pertanian Maros Monitoring Persiapan Tanam Padi IP300 di Tanete

MAROS -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros lakukan tinjauan langsung persiapan penanaman padi IP300 di Dusun Rumbia, Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kamis (09/08/2018).

Peninjauan ini ditujukan dalam rangka memonitoring persiapan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi IP300 Tahun 2018 di Desa Tanete serta pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

"Ini merupakan monitoring terkait persiapan LTT Padi IP300 Tahun 2018 di Tanete, kami juga melakukan peninjauan terhadap pemanfaatan Alsintan berupa batuan pompanisasi di lokasi," Ujar Hamril, Kamis (09/08).

Hamril melanjutkan, jika pemanfaatan Alsintan di Desa tersebut sudah maksimal. Terbukti dengan sangat terbantunya para petani dalam mengelola sawahnya hingga sampai pada proses pemanenan nantinya.

"Kami melihat pemanfaatan alsintan di Tanete ini sudah maksimal, dengan mesin pompanisasi yang membantu petani. Bantuan yang tentunya mendukung hingga panen nanti. Inilah tujuan kami sebenarnya dari dinas pertanian, kami berharap bisa petani bisa terbantu  meningkatkan produktifitas gabah tiap tahunnya. Kami harapkan tak hanya di Tanete saja, tetapi di wilayah-wilayah lainnya juga," Tuturnya.

Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis DPKP Maros tersebut menjelaskan jika terjadi peningkatan secara signifikan LTT IP300 di Desa Tanete di tahun 2018 ini.

"IP300 tahun ini meningkat, khusus di Desa Tanete, yakni dari 300 di Tahun 2017 kemarin menjadi 360 Hektar di tahun ini. Kita berharap, IP300 ini bisa terjaga terutama pasokan air hingga panen," Paparnya.

Sementara itu, seorang petani di dusun Rumbia, Jufri, sangat berterimakasih atas bantuan pemerintah yang diberikan selama ini. Berkat bantuan tersebut, para petani yang ada di Desa Tanete bisa melakukan penanaman IP300.

"Awalnya di Tanete ini, kami hanya menanam 2 kali setahun. Namun, beberapa tahun terakhir setelah bantuan pemerintah datang, perlahan kami melakukan penanaman 3 kali setahun, awalnya kami hanya menanam 10 Hektar, lalu kami tingkatkan 50 Ha di tahun kedua, dan menjadi 250 ha di tahun ketiga, dan tahun 2017 kemarin itu sudah 300 Hektar, hingga tahun ke-5 ini sudh bisa mencapai 360 Hektar. Tentunya ini tidak terlepas dari peranan dinas pertanian." Singkatnya.

Diketahui, desa Tanete adalah salah satu desa yang pernah dikunjungi oleh Bapak Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pada akhir tahun 2017 lalu.

Sumber : http://rakyatsulsel.com/dinas-pertanian-maros-monitoring-program-tanam-ip300-di-tanete.html
Foto : Amirullah, S.Pt, PPL Desa Tanete